Plaza Pulsa | Master Dealer Pulsa Electrik Termurah

Rabu, 26 Oktober 2011

Statistik: Kalah Telak, MU Masih Bisa Juara


Manajer Manchester City, Roberto Mancini, tak terlalu bergembira seusai pasukannya membantai Manchester United 6-1 di Old Trafford, akhir pekan lalu. Mancini terus menaruh kewaspadaaan karena MU diyakini akan bangkit kembali.

Mancini tak salah terus waspada. Sir Alex Ferguson memang pandai membangkitkan kembali mental pasukannya untuk comeback di laga-laga berikutnya. Alhasil, konsistensi MU mampu memutarbalikkan prediksi, apalagi setelah rival-rivalnya tersandung.

Jika melihat pada statistik sebelumnya, Setan Merah memang tak terlalu terpengaruh dengan kekalahan, apalagi dengan hasil telak. MU pernah mengalami kekalahan telak enam kali dalam 15 musim. Tapi, pasukan Sir Alex Ferguson empat kali mengakhiri musim dengan mengangkat trofi juara.

Berikut statistik yang bisa mencerminkan kebangkitan MU seperti dihimpun Guardian:

*) Musim 1995-96
1 Januari 1996: Tottenham 4, Man Utd 1
Teddy Sheringham mengawali gol ke gawang MU sebelum Andy Cole menyamakannya. Tapi, gol dari Sol Campbell dan Chris Armstrong memberikan kemenangan besar bagi tuan rumah Tottenham.

Laga berikutnya: MU imbang tanpa gol dengan Aston Villa di Old Trafford

Finis: MU kembali menjadi juara Premier League, bahkan melengkapinya dengan Double setelah menaklukkan Liverpool 1-0 di final Piala FA.

*) Musim 1996-97
20 Oktober 1996: Newcastle 5, Man Utd 0
Pasukan Kevin Keegan mengamuk di St James' Park. Darren Peacock mengawali pesta gol sebelum David Ginola, Les Ferdinand, Alan Shearer dan Philippe Albert.

Laga berikutnya: MU kembali kalah dari Southampton 6-3 di The Dell

Finis: MU mempertahankan gelar, kembali dengan melewati Newcastle

26 Oktober 1996: Southampton 6, Man Utd 3
Roy Keane diusir dari lapangan saat MU kemasukan enam gol di The Dell. Eyal Berkovic mencetak dua gol, Egil Ostenstad hat-trick dan Matthew Le Tissier melengkapi kemenangan Southampton

Laga berikutnya: MU kembali kalah 1-2 dari Chelsea di Old Trafford

Finis: MU mempertahankan gelar, kembali dengan melewati Newcastle

*) Musim 1999-2000
3 Oktober 1999: Chelsea 5, Man Utd 0
Gustavo Poyet mencetak gol cepat sebelum Chris Sutton dengan gol keduanya. Gol kedua dari Poyet, bunuh diri Henning Berg dan Jody Morris melengkapi pembantaian di Stamford Bridge

Laga berikutnya: MU giliran membantai Watford 4-1 di Old Trafford

Finis: Pasukan Sir Alex Ferguson mempertahankan trofi Premier League setelah unggul satun poin atas Arsenal di klasemen akhir

*) Musim 2005-06
29 Oktober 2005: Middlesbrough 4, Man Utd 1
Sir Alex Ferguson kali ini dipermalukan oleh mantan asistennya di MU, Steve McClaren telah menjadi manajer Boro. Gaizka Mendieta mencetak dua gol, dilengkapi oleh Jimmy-Floyd Hasselbaink dan Aiyegbeni Yakubu.

Laga berikutnya: MU menaklukkan juara bertahan Chelsea 1-0 lewat gol Darren Fletcher

Finis: MU menutup musim di posisi runner up di bawah Chelsea. The Blues yang diasuh Jose Mourinho terlalu superior dan mempertahankan gelar dengan keunggulan delapan poin atas MU.

*) Musim 2008-09
14 Maret 2009: Man Utd 1, Liverpool 4
MU sempat unggul atas rival beratnya itu lewat penalti Cristiano Ronaldo. Tapi, The Reds membalasnya lewat gol Fernando Torres, Steven Gerrard, Fábio Aurélio dan Andrea Dossena

Laga berikutnya: Wayne Rooney diusir wasit saat MU kembali kalah 0-2 di kandang Fulham

Finis: Pasukan Sir Alex Ferguson mampu mengatasi rasa grogi sehingga berbuah trofi Premier League. Bahkan, Setan Merah menyamai rekor juara terbanyak di Inggris 18 kali milik Liverpool setelah unggul empat poin atas rival beratnya itu di klasemen akhir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar