Plaza Pulsa | Master Dealer Pulsa Electrik Termurah

Rabu, 26 Oktober 2011

Kolam Bauksit Jadi Sarang Nyamuk


TANJUNGPINANG - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mengancam warga Senggarang. Penyebabnya, bekas galian bauksit yang berubah menjadi kolam-kolam raksasa kini jadi sarang nyamuk malaria.
Warga Perumahan Griya Senggarang Permai (GSP) di kilometer 14, selama bulan Oktober ini telah terjangkiti penyakit malaria. Sedikitnya ada tiga anak-anak yang terpaksa dilarikan ke RSUD Tanjungpinang.

Dari hasil pemeriksaan medis, dari ketiga anak tersebut dua positif DBD. Keduanya sempat dirawat beberapa hari di rumah sakit pemerintah tersebut.

Menurut Izan, salah seorang warga yang tinggal di perumahan tersebut, penyakit malaria mewabah karena tak jauh dari lokasi perumahan ada bekas galian tambang bauksit. Galian bauksit yang diduga dilakukan oleh PT Syahnur dan subkonnya PT Bina Setia Indah, kini menjadi tempat bersarangnya nyamuk malaria.

"Sebelum ada aktivitas penambangan bauksit, tak ada anak-anak kami yang terserang DBD. Kini penyakit DBD mengancam warga, wabah penyakit lain juga bermunculan," kata Izan, Senin (24/10).

Menurut Izan, wabah DBD yang menjangkiti warga Perumahan Griya Senggarang Permai, bisa juga terjadi akibat penebangan hutan. Akibatnya, nyamuk bersarang atau pindah ke pemukiman warga.

"Kami meminta Pemko Tanjungpinang, dalam hal ini Dinas Kesehatan agar turun ke Perumahan Griya Senggarang Permai. Mungkin bisa melakukan pengasapan atau fogging, agar wabah DBD tidak menyebar luas," harapnya.

Kepala Dinkes Kota Tanjungpinang Ahmad Yani saat dikonfirmasi belum mengetahui secara pasti penyebab wabah DBD di perumahan tersebut. Katanya, biasanya nyamuk malaria hanya bersarang di air tampungan yang bersih dan tidak berbatasan dengan tanah.

"Kalau bekas galian bauksit airnya kotor, jadi tidak mungkin nyamuk DBD berkembang," katanya.

Untuk memenuhi permintaan warga, Yani mengatakan pihaknya akan menurunkan petugas jumantik (juru pemantau jentik) ke lokasi perumahan. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar